Sabtu, 23 September 2017

e-Library
Web Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Bandung (Pusdiklat TMB) ini merupakan langkah awal menuju dunia cyber seiring dengan perkembangan teknologi informasi terkini


Agenda
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

tak ada agenda pada hari ini

Jam Buka
Senin - Kamis
Jam Istirahat

Jumat
Jam Istirahat
:08.00 - 15.00
:12.00 - 13.00

:08.00 - 15.30
:12.00 - 13.30

Album

Stat Pengunjung
Anda Pengunjung Ke :
317139
1 User Online

IP anda : 54.156.47.142
Browser :



Sejarah Perpustakaan

 

Berdirinya Perpustakaan Pusdiklat TMB, tidak dapat dilepaskan dari awal keberadaan Akademi Geologi dan Pertambangan (AGP) di Bandung.

            Pada awal kemerdekaan tahun 1946, bermula sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama Sekolah Pertambangan dan Geologi Tinggi. Kemudian nama itu berubah menjadi Akademi Pertambangan dan Geologi.

            Dari segi administrasi, orang mengenal kelembagaan pendidikan tersebut sebagai Kursus Ahli Praktek. Hampir semua pengajar pendidikannya berasal dari Jawatan Tambang dan Geologi. Pada tahun 1953, kelembagaan pendidikan tersebut diresmikan dengan nama baru yaitu Kursus Ahli Praktek Geologi-Pertambangan. Namun demikian, kenyataanya orang lebih mengenal sebutan Akademi Geologi-Pertambangan (AGP) yang secara keseluruhan dititipkan kepada Universitas Indonesia cabang Bandung.

            Lulusan AGP pada tahun 1958, antara lain Mohammad Adnan Ibrahim, Alim Dhamari, Ishaidir, Engkos Koswara Sumintadipura, Syafif Lumban Tobing, dan Memed Djadjadisastra.

            Begitu tenaga muda yang mendapatkan pendidikan di luar negeri kembali, maka berbagai langkah pun dilakukan. Sebagai langkah awal, dimulailah dengan pembebasan lahan di Jl. Raya Barat Bandung, yang kemudian menjadi Jl. Jendral Sudirman No. 623. Di atas lahan seluas sekitar 1,5 Ha itu mulai dibangun sarana untuk penelitian, juga gedung administrasi.

Langkah besar pertama terjadi pada tahun 1964. Pada tahun itu, LPBG yang semula hanya menempati sebuah ruangan dalam lingkungan Jawatan (dan kemudian menjadi Direktorat) Geologi di Jl. Diponogoro No.57, pindah ke Jl. Jendral Sudirman no. 623. Langkah tersebut disertai perubahan nama, dari unit yang semula disebut laboratorium menjadi Balai Penelitian Tambang dan Pengolahan Bahan Galian (BPT&PBG).

            Perkembangan terus terjadi, tahun 1966 di dalam unit BPT&PBG terdapat satu bagian ”Arsip Ilmu Pengetahuan” yang dipimpin oleh Tintin Sastraatmadja, dengan anggota Momo Modiono, Harnomo, dan Sarkum. Kemudian tahun 1967-1968, Arsip Ilmu Pengetahuan berganti nama menjadi Seksi Dokumentasi (awal mula adanya perpustakaan), dan berada di bawah Bidang Design Perencanaan, dengan Endi Abdul Azis sebagai Kepala Bidangnya. Tidak lama kemudian kedudukannya digantikan oleh Mohammad Adnan Ibrahim.

            Sebenarnya sejak tahun 1973-1975, BPT&PBG dalam kegiatannya telah bekerjasama dengan AGP. Tahun 1976 merupakan tahun perubahan status BPT&PBG. Dari badan yang semula berupa laboratorium dan kedudukannya setingkat subdirektorat, digabung dan dilebur dengan Akademi Geologi dan Pertambangan (AGP).

Sejak Penggabungan itu, statusnya menjadi setingkat direktorat dengan nama Pusat Perkembangan Teknologi Mineral (PPTM), berdasarkan Surat Keputusan Mentri Pertambangan Nomor 584 tahun 1976 tanggal 11 November 1976. Pimpinan pertamanya diserahkan kepada Bambang Sulasmoro, insinyur tambang lulusan Kanada.

            PPTM mewadahi tugas Departemen Pertambangan dalam pendidikan dan pelatihan (diklat), disamping tugasnya dalam penelitian dan pengembangan yang menjadi kewenangan sebelumnya. Dalam pelaksanaan tugas, PPTM terbagi dalam enam bidang, yaitu Bidang Penelitian dn Tambang, pimpinannya Ir. S.L. Tobing; Bidang Laboratorium dan Stasiun Lapangan, pimpinannya Ir. Samsa Gandadisastra; Bidang Data dan Informasi dipimpin oleh Ir. R.A. Sunardi;

Bidang Pendidikan dan Pelatihan Aplikasi Teknik oleh Ir. Kendarsi Ruslan; Bidang Pendidikan dan Pelatihan Administrasi Tambang dipimpin Alim Dhamari; dan Bidang Umum oleh Mohammad Adnan Ibrahim.

Seterusnya perpustakaan berada dibawah Bidang Umum Data dan Informasi, pimpinannya Dra. Tintin Sastraatmadja.

            Pada tahun 1984, Departemen Pertambangan berganti nama menjadi Departemen Pertambangan dan Energi, dan Direktorat Jendral Pertambangan Umum dikembangkan menjadi Direktorat Jendral Pertambangan Umum dan Direktorat Jendral Geologi dan Sumber Daya Mineral. Berdasarkan Surat Keputusan Mentri Pertambangan dan Energi nomor 132 tahun 1979, PPTM merupakan unit pelaksana teknik di bidang pengembangan teknologi mineral di lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi. Kemudia berdasarkan Surat Keputusan Mentri Pertambangan dan energi nomor 1748 tahun 1992, PPTM dikembangkan menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (PPPTM) dan Pusat Pengembangan Tenaga Pertambangan (PPTP).

Dengan berdiri sendirinya PPTP, berdiri pula perpustakaan PPTP (tahun 1992) dengan pimpinannya Drs. Dedih Budiman. Pada tahun 2001, Departemen Pertambangan dan Energi berganti nama menjadi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 150 dan No. 1915 Tahun 2001 menetapkan struktur organisasi baru. DESDM membawahi: 1. Sekretariat Jenderal; 2. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; 3. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; 4. Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral; 5. Inspektorat Jenderal; 6. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM); 7. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Sumber Daya Mineral (Badiklat ESDM).

Seiring dengan perubahan tersebut PPTM berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang tekMIRA), berada dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) ESDM. Sementara PPTP berubah menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara (Pusdiklat TMB) berada dibawah Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) ESDM.

            Dalam rangka pembenahan barang milik negara, berdasrkan Surat Nomor 179/94/SJN.U/2005 tanggal 6 Januari 2005, ditindaklanjuti dengan serah terima pengelolaan Perpustakaan Puslitbang tekMIRA beserta sarana, prasarana, dan pustakawannya kepada Pusdiklat TMB (hingga sekarang) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 837/94/SBL/2005 dan Nomor 26. BA/94/SBD/2005. Pemindahan tersebut berdampak terhadap perubahan fungsi dari perpustakaan dalam hal pengadaan, pengelolaan, perawatan, dan pelayanan bahan pustaka. Jabatan Kepala Kepustakaan diserahkan kepada Drs. Dede Maulana. Pemindahan tersebut hanya pada pengolahan perpustakaan saja. Sementara bagian dan bidang lain di Puslitbang tekMIRA tidak ikut serta pindah ke Pusdiklat TMB.

 

Perpustakaan

Koleksi Terbaru

Buku Tamu
[ Kirim Surat ]

|img|
|img|


Jejak Pendapat
Kapan terakhir kali berkunjung ke Perpustakaan?
Masih bulan ini
6 bulan lalu
12 bulan lalu
Belum pernah









| beranda | kontak | buku tamu |
@ 2013
Perpustakaan Pusdiklat Mineral dan Batubara