Sabtu, 23 September 2017

e-Library
Web Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Bandung (Pusdiklat TMB) ini merupakan langkah awal menuju dunia cyber seiring dengan perkembangan teknologi informasi terkini


Agenda
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

tak ada agenda pada hari ini

Jam Buka
Senin - Kamis
Jam Istirahat

Jumat
Jam Istirahat
:08.00 - 15.00
:12.00 - 13.00

:08.00 - 15.30
:12.00 - 13.30

Album

Stat Pengunjung
Anda Pengunjung Ke :
317153
1 User Online

IP anda : 54.156.47.142
Browser :



Pustakawan Profesional di Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara
Rabu, 31 Desember 2014 | sumber Tri Handajani | dibaca 401x


Tri Handajani

Pusdiklat Mineral dan Batubara

Jl. Jenderal Sudirman No. 623, Bandung 40211

e-mail: trihndjn9@gmail.com

 

Abstrak

 

            Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauhmana pustakawan telah bekerja secara profesional menurut pemustaka di Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba), Bandung.        Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah snow ball atau bola salju” yaitu dari satu menjadi makin lama makin banyak. Mula-mula penulis  mewawancara satu orang responden, kemudian meminta responden tersebut untuk membujuk temannya yang bersedia diwawancara, demikian seterusnya. Responden yang diwawancara sebanyak 9 (sembilan) orang. Hasil wawancara menunjukkan beberapa hal sebagai berikut: (1) Pustakawan harus aktif mengikuti perkembangan sistem informasi dan komunikasi terbaru agar dapat menciptakan inovasi bagi pelayanan perpustakaan; (2) Pustakawan hendaknya mengelola waktu dengan disiplin serta mandiri agar semua tugas, baik tugas pelayanan informasi, mengumpulkan angka kredit, dan tugas lain bisa terselesaikan tepat pada waktunya; (3) Seluruh pustakawan hendaknya mendapatkan pembagian tugas agar bertanggungjawab terhadap kegiatan pengelolaan perpustakaan, bekerja bahu-membahu, serta menghargai tugas masing-masing; (4) Pustakawan hendaknya dapat memenuhi kebutuhan informasi dari pemustaka, terutama yang berkaitan dengan ilmu teknologi  mineral dan batubara terbaru.

 

Kata Kunci: pustakawan, metode kualitatif, bola salju.

 

1.     PENDAHULUAN

1)      Latar Belakang Masalah

Pelaksanaan tugas pemerintahan terus meningkat, sehingga menuntut kemampuan profesional yang semakin tinggi dari setiap aparatur pemerintah. Setiap jabatan harus diberikan kepada aparatur yang mempunyai kecakapan yang memadai, wawasan yang luas, dedikasi yang tinggi, serta minat yang besar terhadap pekerjaan dalam jabatan yang dipangkunya. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)   (UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN) pegawai pemerintahan atau pegawai instansi kementerian dan lembaga disebut dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun pelaksanaan PPPK terhadap pegawai non PNS belum terealisasi di Kementerian ESDM hingga akhir tahun 2014.

Jabatan yang terdapat di dalam organisasi pemerintahan menurut UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN  terdiri dari 3 (tiga)  kelompok, yaitu jabatan adiministrasi, jabatan fungsional, dan jabatan pimpinan tinggi. Jabatan fungsional terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan. Hal ini tidak berarti bahwa profesionalisme di lingkungan aparatur pemerintah hanya dapat dikembangkan dalam jabatan fungsional saja, sebab pemangku jabatan lain pun sesungguhnya juga bersifat profesional yang pembinaan kariernya didasarkan atas prinsip-prinsip profesional.

Setiap instansi pemerintah berupaya mendorong semua aparaturya baik PNS maupun PPPK untuk bekerja secara profesional. Pegawai ASN yang bekerja secara profesional tentunya akan cepat mencapai prestasi setinggi-tingginya. Prestasi yang telah diraih dengan susah payah itu akan memberikan kebanggaan bagi pribadinya. Bagi instansi tempat pegawai tersebut bekerja, prestasi tersebut sangat berpengaruh terhadap kemajuan instansi tersebut, dan pada akhirnya visi dan misi instansi tersebut akan tercapai.

Salah satu pegawai ASN yang dituntut untuk bekerja secara profesional adalah pejabat fungsional pustakawan. Pemerintah telah berupaya memberikan kemudahan untuk peningkatan karier, golongan/ruang (pangkat), serta jabatan pejabat fungsional pustakawan di seluruh Indonesia. Misalnya, tunjangan fungsional naik sejak bulan Desember tahun 2013. Setiap kali naik pangkat pustakawan tidak perlu mengikuti ujian kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat dan jabatan ditentukan oleh angka kredit dari kegiatan kepustakawanan yang dilakukannya. Pustakawan dapat naik pangkat setiap dua tahun sekali, apabila angka kredit yang dikumpulkan telah mencapai kenaikan pangkat yang dipersyaratkan.

Dengan demikian pustakawan dapat menggunakan waktu dengan baik agar bekerja secara profesional. Ada tiga kelompok kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang pustakawan. Pertama, pustakawan harus dapat melaksanakan tugas sebagai aparatur negara, atau petugas dari instansi tempat pustakawan tersebut bekerja. Ke dua, pustakawan harus dapat memberikan jasa layanan informasi sehingga kebutuhan informasi dari seluruh pemustaka terpenuhi. Terlebih perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, pustakawan dituntut untuk bisa mengelola teknologi informasi dan komunikasi terkini. Misalnya internet, electronic journal, dan electronic book. Pustakawan dituntut pula untuk memberikan layanan informasi kepada pemustakanya dengan sarana teknologi informasi dan komunikasi terbaru sehingga kebutuhan informasi dari pemustaka dapat terpenuhi secara cepat, tepat, dan akurat. Misalnya jasa layanan yang diberikan tidak lagi secara manual, tetapi melalui komputer dan internet. Jika sebelumnya penelusuran menggunakan kartu katalog, sekarang dengan penelusuran melalui internet atau web  perpustakaan. Ke tiga, pustakawan harus dapat mengelola waktu pribadinya sehingga kegiatan mengumpulkan angka kredit setiap enam bulan sekali terpenuhi. Banyak sekali butir kegiatan angka kredit yang pelaksanaannya menyita waktu. Misalnya mengelola buku, seperti menyusun abstrak, anotasi, sinopsis, resensi, dan sebagainya. Kegiatan tersebut tidak mungkin dilakukan hanya dalam satu hari saja. Sebab buku yang akan dikelola tersebut harus dibaca seluruhnya. Kemudian menyusun laporan penelitian dan laporan survei tidak mungkin dalam waktu beberapa hari. Selain kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan di perpustakaan, banyak pula butir kegiatan dalam angka kredit yang tidak terdapat dalam kegiatan sehari-hari di perpustakaan. Pustakawan harus dapat menyisihkan waktu di sela-sela kesibukan sehari-hari untuk menyusun bukti fisik angka kredit, agar dapat naik pangkat tepat pada waktunya.

Jika tidak pandai mengelola waktu, bisa saja pusat perhatian pustakawan hanya untuk mengerjakan angka kredit, atau melaksanakan perintah atasan saja, atau terpusat pada pemberian jasa layanan di perpustakaan saja. Dalam hal ini penilaian dari pemustaka atas kinerja dan profesionalisme pustakawan sangat berperan. Penguna perpustakaan sebagai penerima layanan (service receipent) memiliki peran dominan dalam menentukan penilaian atas kinerja perpustakaan dan pustakawan sebagai penyedia layanan (service provider) (Masruri dalam Makarim, 2006 : 1).

Dengan demikian perlu diteliti sejauhmana pustakawan telah bekerja secara profesional menurut pandangan pemustaka? Apakah Pustakawan telah menggunakan waktunya dengan baik sehingga tugas pustakawan sebagai pribadi, sebagai aparatur negara, sebagai pengelola informasi tidak dicampuradukkan? Berdasarkan alasan tersebut maka dilakukan  penelitian tentang pustakawan yang bekerja secara profesional menurut pandangan pemustaka di  Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (seterusnya Pusdiklat  Minerba).

 

2)      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian, maka  permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: “apakah pustakawan telah bekerja secara profesional menurut pemustaka di Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara?”

 

3)      Tujuan

Karya tulis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauhmana pustakawan telah bekerja secara profesional menurut pandangan pemustaka Perpustakaan Pusdiklat  Minerba.

 

4)      Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

a.       Manfaat Teoritis

Bagi ilmu perpustakaan, penelitian ini akan memberi masukan secara ilmiah, khususnya tentang profil pustakawan yang bekerja secara profesional.

b.      Manfaat Praktis

Bagi pustakawan, khususnya di Perpustakaan Pusdiklat  Minerba, penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan agar pustakawan dapat bekerja secara profesional.

 

5)      Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Moleong (2004 : 6) menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Moleong (2004 : 7) mengemukakan pula bahwa penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi “proses” daripada “hasil”. Berdasarkan penjelasan Moleong tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk memahami setiap kata-kata yang diucapkan dari responden. Responden penelitian ini adalah pegawai di

Perpustakaan

Koleksi Terbaru

Buku Tamu
[ Kirim Surat ]

|img|
|img|


Jejak Pendapat
Kapan terakhir kali berkunjung ke Perpustakaan?
Masih bulan ini
6 bulan lalu
12 bulan lalu
Belum pernah









| beranda | kontak | buku tamu |
@ 2013
Perpustakaan Pusdiklat Mineral dan Batubara