Sabtu, 23 September 2017

e-Library
Web Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Bandung (Pusdiklat TMB) ini merupakan langkah awal menuju dunia cyber seiring dengan perkembangan teknologi informasi terkini


Agenda
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

tak ada agenda pada hari ini

Jam Buka
Senin - Kamis
Jam Istirahat

Jumat
Jam Istirahat
:08.00 - 15.00
:12.00 - 13.00

:08.00 - 15.30
:12.00 - 13.30

Album

Stat Pengunjung
Anda Pengunjung Ke :
317137
1 User Online

IP anda : 54.156.47.142
Browser :



Penyusunan Pedoman Pengelolaan Perpustakaan Pusdiklat Geologi Tahun Anggaran 2013
Selasa, 12 Nopember 2013 | sumber Tri Handajani, S.Sos., M.Hum | dibaca 1966x

Pada tanggal 29 sampai dengan 31 Oktober 2013 telah diselenggarakan Penyusunan Pedoman Pengelolaan Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Tema pertemuan kali ini  adalah: Menyusun SOP Kegiatan Perpustakaan. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Pusdiklat Geologi

di Hotel Grand Hani Jl. Raya Lembang Km. 12,1 No. 15 Lembang. Kegiatan ini merupakan sarana bagi pustakawan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan. Hal ini dikarenakan narasumber kegiatan ini adalah para pakar ilmu perpustakaan dari berbagai jenis perpustakaan. Beberapa diantaranya adalah kepala perpustakaan dan dosen senior ilmu perpustakaan. Selain menyumbangkan gagasan dan saran, pustakawan mendapatkan ilmu bagaimana menyusun SOP yang benar untuk kegiatan perpustakaan.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan penyusunan SOP perpustakaan adalah sebagai berikut:

1.      Memberikan pedoman bagi Perpustakaan Pusdiklat Geologi dalam mengidentifikasi, merumuskan, menyusun, mengembangkan, mengawasi serta mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) perpustakaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan.

2.      Menciptakan komitmen mengenai prosedur yang dikerjakan oleh pustakawan dan/atau pengelola perpustakaan di  Pusdiklat Geologi dalam rangka mewujudkan good governance.

Tujuan lain diselenggarakannya pertemuan ini adalah Pusdiklat Geologi dalam beberapa tahun terakhir belum memiliki pustakawan. Sementara perpustakaan telah didirikan bersamaan dengan berdirinya Pusdiklat Geologi. Oleh karena itu diperlukan masukan, usul, saran, dan gagasan dari narasumber di berbagai jenis perpustakaan untuk memperoleh konsep SOP perpustakaan. Narasumber Penyusunan SOP Perpustakaan adalah:

1.      Drs. Mahmudin, SIP,   Kepala Perpustakaan Pusat Institut Teknologi Bandung dan dosen salah satu universitas di Indonesia;

2.      Arief Djohari Tresnawan, S.Sos, Kepala Perpustakaan Pusat Universitas Islam Bandung dan dosen salah satu universitas di Indonesia;

3.      H. Rohanda, Drs., M.Si., Lektor Kepala Perpustakaan Pusat Universitas Padjadjaran, Bandung dan dosen senior di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Padjadjaran;

4.      Tri Handajani, M.Si., Pustakawan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara, Bandung;

5.      Anita R, S.Sos., Pustakawan di Puslitbang Sumber Daya Air, Bandung;

6.      D.W. Ari Nugraha, S.Sos., Pustakawan di UPT Balai Informasi Teknologi – LIPI, Bandung;

7.      Abdurrakhman P., S.Sos., Pustakawan di UPT Balai Informasi Teknologi – LIPI, Bandung;

8.      Hendro Dwi Bayu, S.Sos., Pustakawan di Puslitbang Geologi Kelautan, Bandung;

9.      Shinta Raesanti, S.Sos., Pustakawan di Ditjen Minyak dan Gas Bumi, Jakarta.

Penyusunan SOP rencananya dilakukan untuk seluruh kegiatan perpustakaan. Namun pada pelaksanaannya mengalami kendala karena narasumber berasal dari jenis perpustakaan yang berbeda-beda. Jika perpustakaan berbeda jenis, berbeda struktur organisasi, berbeda pula kebijakan dan tata urutan pekerjaan. Hal ini tentu berdampak SOP perpustakaan yang berbeda-beda pula urutannya. Susunan 9 orang narasumber tersebut adalah:

-       3 orang dari Pusdiklat Geologi;

-       3 orang dari perpustakaan perguruan tinggi (Unisba dan Unpad);

-       3 orang dari perpustakaan khusus instansi pemerintah non Kementerian ESDM (Puslitbang Sumber Daya Air dan Balai Informasi Teknologi –LIPI);

-       2 orang dari perpustakaan di Kementerian ESDM (Ditjen Migas dan Puslitbang Geologi Kelautan);

-       1 orang dari sesama unit di lingkungan Badiklat ESDM (Pusdiklat Mineral dan Batubara).

Berdasarkan perdebatan yang alot, akhirnya diputuskan pembagian tugas terdiri dari 2 kelompok dan 8 jenis SOP kegiatan perpustakaan dengan susunan sebagai berikut:

 

Nama Kelompok

Nama Anggota

 

Nama SOP

Kegiatan SOP

Kelompok 1

1.     Arief Djohari Tresnawan, S.Sos.

2.     Tri Handajani, M.Si.

3.     Shinta Raesanti, S.Sos.

4.     Hendro Dwi Bayu, S.Sos.

5.     Abdurrakhman P., S.Sos.

PERENCANAAN STRATEGIS PERPUSTAKAAN

1.   SOP Perencanaan

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI

2.   SOP Pengembangan (Pengadaan) Koleksi

3.   SOP Pengolahan Koleksi

Kelompok 2

1.     Drs. Mahmudin, SIP

2.     Anita R, S.Sos.

3.     H. Rohanda, Drs., M.Si.

4.     D.W. Ari Nugraha, S.Sos.

PELAYANAN PERPUSTAKAAN

1.   SOP Layanan Sirkulalsi

2.   SOP Layanan Referensi

3.   SOP Layanan Bebas Pinjam

4.   SOP Layanan Baca

5.   SOP Layanan Pemeliharaan Koleksi

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI

6.   SOP Layanan Pemeliharaan Koleksi

 

Sementara 1 orang narasumber dari Pusdiklat Geologi masuk dalam kelompok 1, dan 2 orang masuk dalam kelompok 2. Pada tahap ini para peserta yang hadir langsung membuat SOP dengan menuliskan hal-hal yang dikerjakan sesuai dengan sistematika penyusunan SOP perpustakaan. SOP yang disusun sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan.

Setelah berdebat hingga malam hari, maka dari 8 SOP yang direncanakan semula, hasilnya terbentuk 4 SOP, yaitu SOP Perencanaan Strategis, SOP Pengembangan Koleksi, dan SOP Pengolahan Bahan Pustaka, dan SOP Pelayanan Perpustakaan. Hal-hal yang dikerjakan dalam penyusunan SOP terdiri dari:

1.      Dasar hukum

2.      Keterkaitan

3.      Peringatan

4.      Kualifikasi pelaksana

5.      Peralatan dan perlengkapan yang digunakan

6.      Pencatatan dan pendataan

7.       Lembar kerja identifikasi kegiatan prosedur terdiri dari : data kegiatan, identifikasi kegiatan, dan identifikasi langkah kegiatan.

8.      Penyusunan SOP terdiri dari: nomor, kegiatan, pelaksana, mutu baku (terdiri dari: kelengkapan, waktu, dan output) dan yang terakhir keterangan.

Penyusunan SOP sangatlah penting untuk mengukur dan menilai kinerja perpustakaan dan pustakawan suatu unit (satuan kerja) instansi pemerintah. Penulis sangat antusias mengikuti kegiatan ini, karena Pusdiklat Mineral dan Batubara belum menyusun SOP Perpustakaan. Kegiatan ini merupakan pengetahuan bagi pustakawan untuk dapat menyusun SOP Perpustakaan sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan.

Perpustakaan

Koleksi Terbaru

Buku Tamu
[ Kirim Surat ]

|img|
|img|


Jejak Pendapat
Kapan terakhir kali berkunjung ke Perpustakaan?
Masih bulan ini
6 bulan lalu
12 bulan lalu
Belum pernah









| beranda | kontak | buku tamu |
@ 2013
Perpustakaan Pusdiklat Mineral dan Batubara