Rabu, 22 Nopember 2017

e-Library
Web Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Bandung (Pusdiklat TMB) ini merupakan langkah awal menuju dunia cyber seiring dengan perkembangan teknologi informasi terkini


Agenda
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

tak ada agenda pada hari ini

Jam Buka
Senin - Kamis
Jam Istirahat

Jumat
Jam Istirahat
:08.00 - 15.00
:12.00 - 13.00

:08.00 - 15.30
:12.00 - 13.30

Album

Stat Pengunjung
Anda Pengunjung Ke :
333500
1 User Online

IP anda : 54.144.57.183
Browser :



Penyelenggaraan Roadshow, Rakerpus IPI XVIII dan Seminar Ilmiah Nasional 2013 Banjarmasin
Rabu, 30 Oktober 2013 | sumber Tri Handajani, S.Sos., M.Hum | dibaca 856x

         Pada tanggal 1 sampai dengan 3 Oktober 2013 telah diselenggarakan dengan sukses Rakerpus IPI ke XVIII (Rapat Kerja Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia) dan Seminar Ilmiah Nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tema Rakerpus IPI ke XVIII dan Seminar Ilmiah Nasional Tahun 2013 adalah: “Membangun Pustakawan Profesional dan Mandiri”. Acara ini dimeriahi dengan Roadshow Kegiatan ini merupakan ajang  pustakawan, pengelola perpustakaan untuk berdiskusi, dengar pendapat, konsolidasi, singkronisasi dalam merumuskan program kerja IPI serta menambah wawasan.

 1.      Roadshow

           Roadshow diselenggarakan oleh Perpusnas bekerja sama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan (Bapusipda Prov. Kalsel) di Gedung Mahligai Pancasila (di samping Kediaman Gubernur Kalsel). Roadshow diawali dengan Talk Show yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi pada pagi hari tanggal 1 Oktober 2013. Narasumber acara Talkshow terdiri dari: Kepala Perpustakaan Nasional yaitu Dra. Hj. Sri Sularsih, M.Si,  Gubernur Kalimantan Selatan yaitu H Rudy Ariffin,  Bapak Prof. Dr. H. Wahyu MS dari FKIP Universitan Lambung Mangkurat, serta salah satu presenter stasiun televisi yaitu  Kamadia Radisti (Miss Indonesia 2007).

          Peserta Roadshow sekitar 200 orang dihadiri oleh pemerhati masalah kepustakawanan se Kalimantan Selatan, terdiri dari: Ibu-Ibu PKK, Pramuka, Karang Taruna, para mahasiswa D3 Ilmu Perpustakaan IAIN Antasari Banjarmasin, anggota IPI Cabang Provinsi Kalimantan Selatan, pustakawan non anggota IPI, Kepala Perpustakaan dan Arsip Kabupaten dan Kota, serta Kepala Badan Instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

          Roadshow kali ini dimeriahi dengan berbagai lomba dari tingkat pra sekolah hingga pendidikan menengah dengan tema yang berkenaan dengan kepustakawanan, terdiri dari:

  • Lomba Mewarnai Tingkat TK;
  • Lomba Menggambar Tingkat SD;
  • Lomba Membuat Sinopsis/Mengarang Tingkat SMP;
  • Lomba Membuat Jingle Perpustakaan Tingkat SMA;
  • Panggung Hiburan

 2.      Seminar Ilmiah Nasional tentang Kepustakawanan

          Rakerpus dan Seminar diselenggarakan oleh Perpusnas dan IPI bekerjasama dengan Bapusipda Prov. Kalsel..  Rakerpus dan Seminar Ilmiah Nasional IPI merupakan forum penting bagi pustakawan, pengelola dan pemerhati perpustakaan dan informasi yang tergabung dalam IPI untuk share informasi pengetahuan dan perkembangan terbaru di bidang Perpustakaan dan Kepustakawanan. Tujuan utama acara ini adalah untuk menambah wawasan serta meningkatkan profesionalitas para Pustakawan dalam mengelola Perpustakaan.

Acara di Seminar dan Rakerpus dilaksanakan di Hotel Aria Barito Banjarmasin.  Jumlah peserta yang  mendaftar secara resmi 564 orang ditambah dengan 64 orang panitia pusat dan daerah, belum termasuk peserta yang datang mendadak dari seluruh pelosok Indonesia sehingga jumlah tamu dan peserta lebih dari seribu orang. Hal ini sangat menggembirakan pengelola hotel di Banjarmasin karena kebanjiran tamu yang menginap. Ini menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan mempunyai daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.

          Gubernur Kalsel, H Rudy Ariffin, berkenan membuka acara Rakerpus dan Seminar Ilmiah Nasional. Seminar dimulai dengan pembukaan pada tanggal 1 Oktober 2013 selepas magrib di Gedung Mahligai Pancasila. Dalam sambutannya Gubernur memberikan apresiasi pada pengembangan perpustakaan di Indonesia khususnya di Kalsel. Gubernur berharap terdapat perhatian serius dalam pengembangan kepustakawanan terutama suntikan dana APBD yang lebih banyak. Gubernur juga mengharapkan terdapat upaya memajukan budaya membaca melalui penyediaan sarana dan fasilitas perpustakaan lebih baik di daerah maupun pusat. Semakin maju perpustakaan tentu akan berkembang juga minat dan budaya membaca masyarakat begitu juga sebaliknya. Beliau berpesan agar semua peserta yang hadir dapat terus mengembangkan diri ke arah yang lebih profesional dan mandiri.

          Acara pembukaan berlangsung meriah didahului jamuan makan. Peserta kemudian berkumpul kembali untuk mendengarkan  sambutan ketua panitia yang disampaikan oleh Bapak T.H Syamsul Bahri SH M.Si. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional.. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalsel dianugerahi penghargaan sebagai gubernur yang peduli dengan pengembangan kepustakawan Indonesia oleh Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP-IPI), mengingat peran dan apresiasinya yang besar terhadap pengembangan kepustakawanan Indonesia.

          Acara seminar sendiri dilaksanakan di Hotel Aria Barito hari berikutnya yaitu tanggal 2 Oktober 2013 sejak pagi hari hingga sore hari.  Seminar Ilmiah Nasional menghadirkan para narasumber sebagai berikut:

1. Dari Kemendagri, dengan topik Penataan Kelembagaan Bidang Perpustakaan di Lingkungan Pemerintah Daerah;

2. Dari Kementerian PAN-RB, dengan topik Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pustakawan dalam rangka Reformasi Birokrasi;

3. Pakar Ilmu Budaya dari Universitas Indonesia (UI) Djoko Marihandono, dengan topik Membangun Pustakawan Profesional dan Mandiri;

4.  Dari Perpusnas RI, Widiyanto, dengan topik Sertifikasi Pustakawan.

5. Dari Perpusnas RI, Suharyanto, M.Hum dengan topik Kemandirian Pustakawan Dalam Pelaksanaan Tugas;

6. Dari Tokoh Masyarakat Kalsel Bapak Prof. DR. H. Kamrani Buseri, MA., dengan topik Peran Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Perpustakaan dan Pustakawan;

7. Dari Pemerhati Perpustakaan dan Minat Baca – Artis Kamadia Radisti (Putri Indonesia Tahun 2007 dan presenter olahraga salah satu stasiun televisi nasional), dengan topik Membangun  Masyakarat Cinta Perpustakaan.

           Secara umum acara seminar Ilmiah Nasional berjalan lancar. Para peserta dengan bersemangat menyimak kemudian berdiskusi dan  bertanya jawab terhadap hal-hal yang dianggap masih belum jelas. Semua peserta antusias mendengarkan, menyimak dan bertanya terhadap semua materi yang disampaikan. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan sehingga banyak pula tidak kebagian bertanya karena waktu terbatas. Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah sertifikasi pustakawan. Harapan dari seluruh peserta adalah di masa depan sertifikasi pustakawan dapat berdampak terhadap penambahan kesejahteraan bagi para pustakawan seperti halnya  sertifikasi guru dan dosen.

          Setelah seminar, acara dilanjutkan dengan hiburan menjelang malam. Sebagian peserta terutama yang tergabung dengan kepengurusan IPI mengikuti Rakerpus, Rakerpus diikuti oleh PP IPI dan seluruh PD IPI Prov dan Kabupaten/Kota. Rakerpus didahului oleh laporan Ketua umum PP IPI Bapak Drs Dedi Junaedi MSi. Acara dilanjutkan dengan penyampaian dan pembahasan beberapa topik seperti, AD ART, sertifikasi, keanggotaan, pemberian penghargaan dan apresiasi, kerjasama, dan pengembangan profesi pustakawan.  Pada setiap Rakerpus, maka disepakati untuk menentukan ibukota  provinsi mana yang akan menjadi tuan rumah Rakerpus berikutnya. Diskusi dalam Rakerpus berlangsung alot sehingga sampai jam 12.30 baru ditutup. Semua PD IPI provinsi diberi kesempatan untuk berbicara menyampaikan tanggapan, saran-saran dan kritikan demi membangun organisasi profesi IPI yang lebih maju, profesional dan mandiri, sesuai dengan tema rakerpus kali ini.

          Keesokan harinya, tanggal 03 Oktober 2013 jam 05.00 subuh peserta dibawa mengunjungi wisata pasar terapung yang terletak di Muara Kuin Sungai Barito, dilanjutkan ke Pulau kembang tempat banyak monyet2 Banjar. Disini peserta dibawa dengan “klotok” (perahu bermotor) menyusuri sungai Barito. Perjalanan wisata dilanjutkan ke Martapura untuk membeli oleh-oleh, terutama batu-batuan, perhiasan intan dan kain batik khas Banjar yang dikenal dengan sebutan “sasirangan”.

          Mudah-mudahan Rakerpus dan seminar ilmiah nasional 2013 ini memberikan hasil dan manfaat bagi semua peserta dan dapat dibagikan kepada pustakawan dan masyarakat di daerah masing-masing.

 

Perpustakaan

Koleksi Terbaru

Buku Tamu
[ Kirim Surat ]

|img|
|img|


Jejak Pendapat
Kapan terakhir kali berkunjung ke Perpustakaan?
Masih bulan ini
6 bulan lalu
12 bulan lalu
Belum pernah









| beranda | kontak | buku tamu |
@ 2013
Perpustakaan Pusdiklat Mineral dan Batubara