Sabtu, 23 September 2017

e-Library
Web Perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Bandung (Pusdiklat TMB) ini merupakan langkah awal menuju dunia cyber seiring dengan perkembangan teknologi informasi terkini


Agenda
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

tak ada agenda pada hari ini

Jam Buka
Senin - Kamis
Jam Istirahat

Jumat
Jam Istirahat
:08.00 - 15.00
:12.00 - 13.00

:08.00 - 15.30
:12.00 - 13.30

Album

Stat Pengunjung
Anda Pengunjung Ke :
317149
1 User Online

IP anda : 54.156.47.142
Browser :



Implikasi Informasi di Media Massa Terhadap Pembuatan Kebijakan Penelitian
Rabu, 30 Oktober 2013 | sumber Masyarakat Literasi Indonesia | dibaca 510x

Seminar sehari ini diselenggarakan oleh Masyarakat Literasi Indonesia pada hari selasa tanggal 29 Oktober 2013 bertempat di ruang seminar, lantai 3, gedung 10 Kampus LIPI Jl. Cisitu-Sangkuriang, Bandung.

Seminar dibuka oleh Kepala UPT BIT-LIPI, Bapak Efandri, M.Engeeniring; yang dalam sambutannya antara lain mengisyaratkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia menempati posisi paling rendah. Kemudian sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Penyelenggara, Bapak Suherman, M.Si., antara lain menyampaikan kritikan terhadap lembagapenelitian.

Narasumber melakukan analisa terhadap bagaimana pengaruh media terhadap kajian penelitian pada kurun waktu tahun 2010 – 2012. Terdapat  + 4000 artikel Iptek yang dimuat dalam berbagai media cetak, Kompas, Republika, Koran Tempo, Media Indonesia, Sindo, dan Pikiran Rakyat. Dari media-media tersebut yang paling banyak memuat berita Iptek yaitu Kompas : 1229 artikel (30%), Pikiran Rakyat : 1086 artikel (27%), Republika : 524 artikel (13%).

Realitanya berita Iptek yang dimuat dalam media antara lain lebih dari 50% tentang pertanian di Pikiran Rakyat, tentang Telematika di Koran Tempo, tentang lingkungan hidup di Kompas, dan bidang energy banyak dimuat di Kompas  (37%).

Pendapat-pendapat yang muncul di media, mengapa Iptek sulit berkembang ?

1. Kurangnya dana riset yang dialokasikan APBN, hanya 0,05% - 0,08%

2. Tidak fokus. Lembaga riset melakukan penelitian sesuai dengan seleranya masing-masing , tidak mengacu kepada Agenda Riset Nasional (ARN), lagi pula tidak ada yang dapat memaksa lembaga riset agar mentaati ARN.

3. Tidak ada koordinasi, sehingga didalam melakukan penelitian sering terjadi duplikasi

4.  Fasilitas penelitian yang sudah tua/ketinggalan jaman

5. Hambatan administrasi. Tidak sedikit para peneliti memilih hengkang disebabkan oleh hal-hal yang bersifat administrative.

6. Lemahnya konsep pembangunan Iptek

7. Kompetensi penelitian lemah

8. Publikasi lemah.

          Dalam paparannnya, narasumber mengakhirinya dengan menyampaikan (1) Penulis yang baik harus banyak membaca; Jangan harap bisa menulis dengan baik kalau bacaannya kurang, (2) Masalah teknik penulisan, bisa didapat dengan mengikuti diklat-diklat penulisan, (3) Kebijakan itu sangat berpengaruh kepada penelitian.

Perpustakaan

Koleksi Terbaru

Buku Tamu
[ Kirim Surat ]

|img|
|img|


Jejak Pendapat
Kapan terakhir kali berkunjung ke Perpustakaan?
Masih bulan ini
6 bulan lalu
12 bulan lalu
Belum pernah









| beranda | kontak | buku tamu |
@ 2013
Perpustakaan Pusdiklat Mineral dan Batubara