BerandaPengumumanAdmin (IR)
Admin (IR)

Admin (IR)

Selasa, 19 September 2017 15:36

Jadwal Diklat 2018

Jadwal diklat yang akan diselenggarakan tahun 2018 bisa didownload dilink di bawah ini:

Bandung – Inspektur Tambang adalah merupakan jabatan karir dan jabatan fungsional keahlian, sehingga diharapkan dengan tidak dirangkapnya jabatan Inspektur Tambang dengan jabatan struktural seperti dimasa lalu, maka pengambilan keputusan akan lebih fair, independent, tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku.

Diklat inspektur tambang pertama yang merupakan persyaratan untuk diangkat menjadi pejabat fungsional inspektur tambang. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), telah merancang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) keinspekturan tambang dalam tiga tahap/jenjang yaitu inspektur tambang pertama, muda, dan madya.

PPSDM Geominerba menyelenggarakan diklat Inspektur tambang angkatan III dan IV, yang dibuka oleh Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo, yang didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat dan Kepala Subdit Standarisasi dan Usaha Jasa Mineral dan Batubara, Supriyanto, di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, Senin pagi (11/9).

Diklat yang berlangsung selama 68 hari (11 September – 17 November 2017) ini, diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Setelah mengikuti diklat ini diharapkan para peserta dapat melaksanakan pembinaan dan pengawasan pengusahaan pertambangan mineral dan batubara dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. (IR)

Senin, 11 September 2017 11:19

Peran Penting Pengamat Gunung Api

Bandung – Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, yang ditandai dengan pernah meletus sejak 1600 hingga kini, dan merupakan 13% dari jumlah gunung api di dunia. Sebanyak 65 gunung api aktif dipantau secara menerus melalui 75 pos pengamatan gunung api oleh para pengamat gunung api.

Gunung merapi di Yogyakarta merupakan contoh gunung api yang meletus pada November tahun 2010 lalu, dan mengakibatkan 275 nyawa hilang dan setengah juta lebih mengungsi. Melihat hal ini, menjadi sangat penting peran pengamat gunung api.

Pengamat Gunung Api adalah pelaksana teknis yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan pengamatan kegiatan gunung api secara menerus di pos pengamatan gunung api dan memberikan pelayanan jasa terbatas di wilayah masing-masing.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jabatan Fungsional Pengamat Gunung Api Pelaksana Pemula untuk angkatan I dan II. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo dan didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat, serta Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, pagi tadi (11/9), di Gedung Diklat PPSDM Geominerba.

Diharapkan dengan mengikuti diklat ini peserta mampu mengoperasikan alat-alat pengamatan gunung api dan mengumpulkan data gejala kegiatan vulkanik sebagai persyaratan untuk dapat diangkat menjadi pejabat fungsional pengamat gunung api pada jenjang pengamat gunung api pelaksana pemula.

Sebanyak 35 peserta berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, akan mengikuti diklat selama 37 hari (11 September – 17 Oktober 2017). (IR)

Selasa, 11 Juli 2017 15:45

Menuju BLU Yang Profesional

Bandung – Sesuai arahan dari kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM), I Gusti Nyoman Wiramaja Puja mengenai rencana strategis Badan Layanan Umum (BLU) BPSDM kepada Menteri ESDM pada tanggal 31 Maret 2017.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) sebagai salah satu satuan kerja BPSDM ESDM untuk mempersiapkan usulan penetapan BLU.

Untuk dapat menginisiasi pemahaman dan pengetahuan terkait BLU, Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo menyelenggarakan seminar BLU dengan Tema “Menuju BLU yang Profesional di PPSDM Geominerba” dan membuka acara secara langsung, di Gedung PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 2, Selasa (18/7).

Sebanyak kurang lebih 100 orang peserta dari lingkungan Kementerian ESDM hadir dalam acara seminar ini. Narasumber yang hadir memberikan materi, dari Kementerian Keuangan, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), dan Lemigas, yang sudah terlebih dahulu mengimplementasikan BLU.

Edi Prasodjo pun turut memberikan pemaparan mengenai rencana dalam menghadapi BLU, dan tak lupa meminta dukungan seluruh pegawai khususnya di lingkungan PPSDM Geominerba untuk terus memberikan kontribusi terbaik guna menjalankan amanat pimpinan untuk bertransformasi menjadi Badan Layanan umum. (IR)

Bandung – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM), Prof. Dr. Ir. I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, M. Sc. Yang didampingi Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), Edi Prasodjo dan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDM Aparatur), M. P. Dwinugraha, melakukan kunjungan kerja ke satuan kerja BPSDM ESDM, yaitu PPSDM Geominerba dan PPSDM Aparatur, Jumat (11/8).

Dalam kunjungan kerjanya, Wiratmaja, itulah sapaan akrabnya, “Cukup panggil saya prof atau pak wirat atau wirat saja” sahutnya saat mengawali perkenalan kepada seluruh pejabat eselon III dan IV serta widyaiswara di Ruang rapat lantai 6, Gedung PPSDM Geominerba.

Tujuan kunjungan kerjanya adalah untuk memperkenalkan diri sebagai Kepala Badan baru setelah pelantikannya tanggal 2 Agustus lalu. Selain itu juga Wirat ingin mengetahui rencana apa saja yang telah dipersiapkan oleh PPSDM Geominerba dalam menyambut Badan Layanan Umum (BLU). (IR)

Mataram – Sebagai ujung tombak perusahaan tambang, ahli geologi atau ahli eksplorasi tambang perlu dibekali dengan pemahaman yang baik tentang teknis dan keekonomian sebuah usaha pertambangan, sehingga dapat menurunkan biaya eksplorasi, begitu pula dengan engineers yang mengoperasikan kegiatan pertambangan.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) merasa perlu memberikan pembekalan terkait ilmu teknis dan keekonomian tersebut, untuk dapat menjamin suksesnya pengusahaan sebuah perusahaan pertambangan.

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) dilakukan di Mataram, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat dan Kapala Dinas ESDM Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Husni, di salah satu hotel di Mataram, Senin (4/9).

Sebanyak 15 orang peserta mengikuti diklat yang berlangsung selama 5 hari (lima) hari (4 – 8 September 2017). Dengan materi Identifikasi Laporan Studi Kelayakan, Evaluasi Data Hasil Eksplorasi, Evaluasi Rencana Penambangan dan Pengembangan Masyarakat dan Tenaga Kerja Pertambangan. Selain itu juga Evaluasi Rencana Pengolahan, Evaluasi K3 dan Lingkungan dan Evaluasi Kelayakan Investasi Tambang pun akan diberikan. (IR)

Bandung – Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk Pengawas Operasional Pertama (POP) yaitu memiliki sertifikat kelulusan uji kompetensi Pengawas Operasional Pertama. Sertifikat itu sebagai bentuk pengakuan terhadap tingkat pengetahuan, wawasan, dan kemampuannya.

Guna mempersiapkan hal itu, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) sebagai salah satu instansi dibawah Badang Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM) perlu mengadakan pelatihan terkait pemenuhan dan uji kompetensi.

PPSDM Geominerba menyelenggarakan pembukaan Diklat POP Angkatan VIII dan IX, yang dilakukan oleh Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat, Maman Suparman di Gedung PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 6, Senin (4/9) pagi.

Diharapkan Pelatihan tersebut akan memberi bekal bagi mereka untuk menjadi pengawas yang berkompeten, dan pengawas lapangan di industri pertambangan ke depannya.

Sebanyak 45 peserta dari beberapa perusahaan tambang akan diberikan ragam materi. Sebut saja teknik pemeriksaan kecelakaan, teknik inspeksi, dasar-dasar lindungan lingkungan, dan peraturan K3 pertambangan umum.

Selain itu, selama enam hari peserta juga akan diberikan materi seperti job safety analysis, identifikasi bahaya (hazard identification), group meeting, dan accountability. (IR)

Perkembangan teknologi pemrosesan logam besi serta campuran besi ini  menjadi bahasan penting dalam workshop ASOMM di Jakarta, 28 – 31 Agustus 2014.

ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM) rutin diselenggarakan setahun sekali sebagai perwujudan dari kerjasama billateral yang telah terjalin antara negara – negara yang ada di wilayah Asia Tenggara. ASOMM bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di dalam aktivitas penelitian dan pengembangan untuk pembangunan berkelanjutan di sektor mineral.Tahun ini mengambil tema “Ferrous Metals and Ferroalloys Processing” dan Indonesia terpilih sebagai tuan rumah.

Workshop diikuti peserta dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, di antaranya :Lao PDR (People’s Democratic Republic), Thailand, dan Filipina, serta beberapa peserta dari Indonesia yang sebagian besar berasal dari Industri, Kementerian, Perguruan tinggi dan unit kerja di Lingkungan ESDM.

Fokus pembahasan kali ini mengenai perkembangan teknologi pemrosesan logam besi dan campuran besi serta perkembangan industrinya. Acara berlangsung selama 4 hari , mulai tanggal 28 – 31 Agustus 2017 dengan agenda hari pertama yaitu pemaparan materi workshop dan dilanjutkan dengan gala dinner. Hari kedua dilakukan kunjungan ke tempat pengolahan besi yang ada di PT. Krakatau Steel (Tbk)  dan PT. Krakatau Steel Posco di Cilegon. Workshop hari pertama dimulai dengan ucapan selamat datang dari Agung Pribadi selaku DirekturPembinaan Program Batubara, yang mewakili Direktorat Jenderal Mineral Batubara (Dirjen Minerba) sebagai Ketua ASOMM Indonesia. Dilanjutkan dengan sambutan pembukaan oleh Edi Prasodjo selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), dengan memukul gong sebagai simbol resmi acara workshop dibuka. Sesi workshop kali ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama terdapat 3 pembicara yaitu Zulfiadi Zulhan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Adil Jamali dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Andrey Dejong dari PT. Outotec dengan moderator Imelda Hutabarat, Widyaiswara PPSDM Geominerba. Di sesi kedua dilanjutkan dengan presentasi dari Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral, yang diwakili oleh Syamsu Daliend, dan dari PT. Krakatau Steel Indonesia (Tbk) yang disampaikan oleh I Ketut Sunarwa. Dan pada sesi terakhir, ASEAN Member dengan pembicara yaitu Kitthipan delegasi dari Thailand,  Maria delegasi dari Filipina dan Kee delegasi dari Lao PDR.

Melalui acara workshop ASOMM ini, diharapkan dapat terus berbagi informasi pengetahuan dan pengalaman tentang perkembangan logam besi khususnya di wilayah Asia Tenggara. (IR)

Senin, 14 Agustus 2017 11:58

Pekan Pertambangan dan Energi 2017

Pekan Pertambangan dan Energi September 2017

Halaman 1 dari 9

Lokasi Pusdiklat Minerba

Kontak Kami

Jl. Jendral Sudirman No 623
Bandung - Indonesia

Telp : 022-6076756
Fax : 022-6035506