BerandaKerjasama
Rate this item
(0 votes)

Edinburgh – Kegiatan pelatihan yang merupakan implementasi kerja sama yang telah disepakati antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba) dengan Basil Paterson College Edinburgh, Skotlandia. Pusdiklat Minerba telah berhasil mengirimkan peserta untuk program peningkatan kapasitas sumber daya manusia khususnya trainer, diantaranya: dua orang Widyaiswara Muda yaitu Wanda Adinugraha dan Charles Tambunan, dan Satu orang Pratana Komputer Muda, Agus Sukardji.

Selama satu bulan (1 April – 2 Mei 2016) para peserta akan diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris baik secara lisan maupun tulisan di Basil Paterson College, Edinburgh, Skotlandia. Peserta juga akan mempelajari bukan hanya bahasa Inggris informal, tetapi juga secara akademis akademis yang akan sering digunakan dalam komunikasi formal di dunia kerja. Materi yang diberikan antara lain: Plenary, Spoken Performance Workshop, Language Focus, Language Practice, Reading and Writing, Speaking and Listening, juga One-to-One Class.

Sebelum pelatihan, peserta diberi tes awal untuk mengetahui kemampuan awal dari seluruh peserta dan berpengaruh terhadap penempatan kelas nantinya.

Diharapkan pelatihan ini dapat dilanjutkan dimasa yang akan datang sebagai upaya mengembangkan sumber daya manusia sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dalam membangun kedaulatan energi. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Kushiro – Program Pelatihan Mining Safety and Processing Technologies Course merupakan implementasi dari kerjasama antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba) dengan Japan Oil, Gas and Metals National Coorporation (JOGMEC). Hal ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi calon widyaiswara di Lingkungan Pusdiklat Minerba dan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) serta melanjutkan kerjasama yang telah terjalin antara Indonesia dengan Jepang.

Program pelatihan ini adalah salah satu proyek transfer teknologi tambang bawah tanah yang telah dimulai sejak tahun 2002 dan saat sekarang sudah berjalan sekitar 14 tahun. Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) ESDM dan Pusdiklat Minerba akhirnya sukses melaksanakan kemabli program pelatihan ini, setelah vakum selama lebih dari 10 tahun di Kushiro, Jepang.

Sebanyak sepuluh orang peserta (1 orang Penyusun Rencana dan Laporan, 7 orang Calon Widyaiswara Pusdiklat Minerba, dan 2 orang Calon Widyaiswara BDTBT) akan mengikuti program diklat yang berlangsung selama satu bulan (26 Januari – 26 Februari 2016) di Kushiro Coal Mine (KCM), Jepang. Dengan beberapa materi yang akan diberikan diantaranya: Teknologi Drifting (Penggalian), Manajemen Keselamatan, Inspektor Safety, Teknologi Ekstraksi, Teknologi Ventilasi, Teknologi Pengeboran, dan Mesin Pengangkutan.

Tak hanya itu, para peserta juga akan diberikan materi seperti Manajemen Pengelolaan Safety, Manajemen Pengelolaan Produksi, Teknologi Preparasi, dan Teknologi Rockbolt.

Disamping materi teknis tambang bawah tanah, peserta juga dikenalkan dengan lingkungan dan budaya setempat berupa training budaya ke Akan National Park serta ke Kushiro Shitsugen National Park, Festival Musim Dingin Kushiro, Kunjungan ke Museum Toshiba dan Museum Kushiro. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Bandung – Kerjasama yang dijalin antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba) dengan Japan Oil, Gas and Metals National Coorporation (JOGMEC) telah berjalan dengan sangat baik, terbukti dengan berlanjutnya komunikasi tentang pelaksanaan implementasi kerjasama Fiscal Year 2016.

Steering Committee yang diselenggarakan pada selasa siang, (31/5), di Operation Room lantai 2 Gedung Pusdiklat Minerba ini dihadiri oleh pihak JOGMEC, yaitu: Toshimitsu Sakai, Yuka Kato, dan tim dari Kushiro Coal Mine (KCM), Yoshihiro Hirano. Dan pihak dari Pusdiklat Minerba diwakili oleh Ade Hidayat, Bambang Priyatna, Ibrahim Priyana, serta member training Jepang angkatan pertama dan calon peserta training angkatan kedua. 

Kali ini membahas mengenai training lanjutan yang dilakukan di Indonesia, dan training angkatan kedua yang akan dilaksanakan di Jepang. Tema yang akan diusung yaitu Mine Planning and Feasibility Study yang berisi Perencanaan Tambang berdasarkan cadangan yang tersedia, karakteristik geologi di area yang akan dilakukan penambangan, perencanaan peralatan, pengolahan sistem drainage,  perencanaan cost control, serta perencanaan lainnya.

Sebanyak 13 orang yang direncanakan untuk dijadikan calon peserta, adalah widyaiswara senior dan staf yang mempunyai background pendidikan minimal S2 dari Teknik Pertambangan dan Teknik Geologi, serta memiliki pengalaman kerja selama kurang lebih 10 tahun di Kementerian ESDM. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Jakarta – Menanggapi kebijakan pemerintah terkait peningkatan nilai tambah mineral melalui teknologi pengolahan dan pemurnian harus segera ditindaklanjuti oleh perusahaan tambang mineral di Indonesia. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba) akan merancang diklat bagi operator yang bekerja pada fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral.

Saat ini, Pusdiklat Minerba melakukan penjalinan kerjasama dengan PT. Outotec Technology yang merupakan perusahaan Finlandia, yang bergerak di bidang penyediaan teknologi dan servis untuk pengolahan dan pemurnian mineral.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) melalui Pusdiklat Minerba melakukan pertemuan dengan PT. Outotec Technology, Sekretaris BPSDM ESDM, Endang Sutisna memimpin pertemuan ini di Gedung BPSDM ESDM Jakarta, pada Senin (2/5) siang, yang dihadiri pula para undangan dari Widyaiswara Pusdiklat Minerba, Peneliti Puslitbang Tekmira, serta perwakilan dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Pertemuan tersebut berupa presentasi oleh expert dari PT. Outotec Technology, Jackey Sjam, yang meyampaikan beberapa hal penting dalam industri smelter. Antara lain: pengamanan lokasi penyimpanan material dasar, spesifikasi raw material, hal-hal terkait aspek legal seperti izin pengoperasian, pembuangan tailing, juga aspek lingkungan seperti pengendalian asap hitam industri. Selain itu juga minimalisasi SO2, emisi debu, serta penggunaan air bersih, efisiensi energi, dan kualitas produk pengolahan dan pemurnian.

Kerangka kerjasama Pusdiklat Minerba dengan PT. Outotec Technology meliputi: penyediaan expert untuk menjadi narasumber pada Workshop ASOMM on Ferrous Metals+ and Ferroalloys Processing di Tahun 2017, dukungan dalam pembuatan kurikulum diklat peningkatan nilai tambah, dan kerjasama dalam bidang alih teknologi dan pendidikan instruktur (WI) di bidang pengolahan nilai tambah. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Kushiro, Jepang – Implementasi Kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi Sumber Daya Mineral (BP SDM ESDM) dan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC) yang telah berlangsung 14 tahun. Terlaksananya kembali pelatihan dengan tema “Mining Safety and Processing Technologies Course” Fiscal Year 2015 setelah vakum selama lebih dari 10 Tahun.

Penyelenggaraan program pelatihan Kushiro Coal Mine (KCM) merupakan perusahaan tambang batubara bawah tanah satu-satunya yang ada di Jepang saat ini. Penyelenggaraan training ini berlangsung 26 Januari – 26 Februari 2016 yang diikuti oleh 10 peserta calon widyaiswara dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral Batubara (Pusdiklat Minerba) dan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto.

Selama satu bulan para peserta diberi pembekalan materi tentang keselamatan dan teknologi tambang batubara bawah tanah yang digunakan oleh KCM. Beberapa materi yang dipelajari yaitu teknologi penggalian (drifting), teknologi ekstraksi, teknologi dan manajemen ventilasi, teknologi pengeboran, teknologi pengolahan dan preparasi, teknologi rockbolt, Coal Bed Methane, Manajemen gas dan pencegahan swabakar, Manajemen Keselamatan dan Inspektur Keselamatan Tambang, serta training budaya untuk mengetahui kultur dan keindahan alam yang ada di Kushiro.

Pada tanggal 23 – 27 Februari dilakukan rangkaian kegiatan di Jepang, yaitu: Courtesy Visit, Meeting dengan Board of Director KCM, Inspection of Kushiro Training Center Facilities, Participant Presentation, and Closing Ceremony. Tak hanya itu Penandatanganan MoU FY 2016-2017, Meeting dengan METI, Technical Arrangement for FY 2016-2017, dan Meeting dengan Nagoya University pun menjadi rangkaian kegiatan di Jepang kali ini.

Tim perwakilan dari Pusdiklat Minerba yang hadir dalam rangkaian kegiatan yaitu: Agus Salim selaku Kepala Pusdiklat Minerba, Ade Hidayat selaku Kepala Bidang Program dan Kerjasama, Bambang Priyatna Wijaya, Kepala Sub Bidang Kerjasama dan Informasi, dan Ibrahim Priyana Hardjawidjaksana, Analis Kerjasama. Sedangkan perwakilan dari Badan Diklat ESDM dan yaitu: Djadjang Sukarna, Kepala Badiklat ESDM, Kepala Sub Bidang Kerjasama dan Informasi, Nur Amin Astohar, dan perwakilan dari Biro Kepegawaian dan Organisasi, Yond Rizal.

Kedatangan tim dari Indonesia disambut hangat oleh pihak Jepang, Walikota Kushiro Hiroya Ebina menyambut baik kedatangan delegasi dari Indonesia dan berharap program training yangn dilaksanakan di Kushiro dapat terus dilaksanakan pada tahun kedepan.

Pada tanggal 24 Februari 2016 Penutupan Training Mining Safety and Processing Technologies Course diselenggarakan oleh Kepala BP SDM ESDM, Djadjang Sukarna, Director General Coal Development Department, Hajime Ikeda, dan General Manager Training Centre KCM, Yoshihiro Hirano di Aula Training Center KCM. Upacara penutupan tersebut diikuti sesi foto bersama dan jamuan makan malam dengan hiburan pertunjukan Taiko. (IR)

Lokasi Pusdiklat Minerba

Kontak Kami

Jl. Jendral Sudirman No 623
Bandung - Indonesia

Telp : 022-6076756
Fax : 022-6035506