BerandaKerjasama
Rate this item
(0 votes)

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) kembali menjalin kerja sama dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC) melalui program The Training Project On Coal Mining Technology untuk tahun fiskal 2017.

Kerja sama tersebut dilegalkan melalui penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman yang diselenggarakan pada Rabu, tanggal 1 Maret 2017, berlangsung di ruang Rapat Utama Gedung BPSDM ESDM lantai 2.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala BPSDM ESDM, Djadjang Sukarna, dan Executive Director  JOGMEC, Hajime Ikeda. Pada kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan Implementation Plan atau Perjanjian Kerja Sama antara PPSDM Geominerba dengan JOGMEC. Perjanjian ini merupakan bentuk kerja sama yang lebih detail mengenai program/kegiatan yang akan dilaksanakan selama tahun fiskal 2017 ini.

Penandatanganan dilakukan oleh Edi Prasodjo, selaku Kepala PPSDM Geominerba, dan Takashi Ooka selaku Director General of Coal Development Department JOGMEC. Dengan penandatangan tersebut, PPSDM Geominerba menjadi penanggungjawab pelaksanaan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Fiscal Year 2017 Implementation Plan for The Training Project on Coal Mining Technology.

Kolaborasi dua lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian SDM dalam teknologi produksi dan manajemen keselamatan melalui transfer teknologi dan pelatihan yang dilakukan para ahli dari Jepang. Tujuan utamanya adalah meningkatkan suplai batubara dan keamanan energi di Asia. Kerja sama yang dijalin meliputi proyek pelatihan teknologi penambangan batubara. (TM/IR)

Rate this item
(0 votes)

Bandung – Dengan berakhirnya kegiatan The Training Project On Coal Mining Technology (TPOC) tahun anggaran 2016, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan kegiatan yang dimaksudkan untuk mempresentasikan dan melaporkan hasil kegiatan proyek alih teknologi tambang batubara di Indonesia selama Tahun Anggaran 2016.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Yudi Pratama, yang didampingi oleh Naoki Sato selaku General Manager dari Mitsui Matsusima Resources (MMR), di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 6, Rabu (22/2) pagi.

TPOC merupakan kegiatan kerjasama dengan NEDO yang sudah dimulai tahun 2002. Perpanjangan kerjasama kegiatan TPOC di tahun 2016 merupakan MoU antara pihak Indonesia cq Badiklat ESDM dan pihak Jepang cq JOGMEC yang ditandatangani pada tanggal 15 Februari 2016.

Skema kerjasama difokuskan kepada pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang dilaksanakan di Indonesia, melalui program alih teknologi dan manajemen tambang batubara bawah tanah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja Indonesia khususnya pada tambang batubara bawah tanah, selain itu satu team Dissemination of Coal Preparation, Environment Protection and Mine Safety Technology juga memberikan training dan survey. Lokasi yang menjadi tempat pelatihan yaitu PT. Gerbang Daya Mandiri (PT. GDM) dan PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) serta beberapa universitas dan lokasi tambang di Indonesia.

Pelaksanaan presentasi ini disampaikan oleh pihak yang diberikan pendidikan dan pelatihan yaitu PT. GDM yang disampaikan oleh Eko Sutjipto.Dari PT. AICJ yang disampaikan oleh Daniel U. Bangun selaku President Director, serta penjelasan dari tim MMR oleh Yoshihisa Shimoda.

Acara ditutup dengan sesi Tanya jawab, dipimpin oleh Mas Agung Wiweko, Kepala Sub Bidang Evaluasi. Di sesi inilah para undangan yang datang baik dari perusahaan yang menjadi lokus kerjasama maupun dari kalangan akademisi seperti Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Negeri Padang dan Politeknik Akamigas. Tak hanya itu ITATS, Universitas Mulawarman, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Sriwijaya dan STTInd Padang yang menjadikan kesempatan ini untuk memberikan masukan dan berkali-kali berupaya agar kerjasama ini terus berlanjut. Mengingat besarnya manfaat yang didapatkan dari pelatihan yang didapatkan dari expert-expert Jepang. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Auckland – Implementasi kerja sama antara Indonesia dengan Jerman pada projek “Mitigation of Georisk”, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba)  mengirimkan perwakilannya untuk menghadiri serta mempresentasikan tulisan pada konferensi 6th International Conference on Building Resilience 2016 (ICBR 2016).

Rangkaian kegiatan ini bertemakan “Building Resilience to Address The Unexpected” yang diselenggarakan di University of Auckland and Massey University, pada tanggal 7 – 9 September 2016, di University of Auckland, Auckland, New Zealand.

Kerja sama ini bertujuan untuk menyebarkan informasi hasil kerja sama antara PPSDM Geominerba dengan Georisk, penguatan PPSDM Geominerba sebagai lembaga diklat melalui pengembangan kapasitas pegawai dan perluasan jejaring kerja dan publikasi, peningkatan pemahaman tentang resilience, dan pengembangan potensi kemitraan di bidang geologi, terutama potensi kerja sama yang berkaitan dengan resilience.

Delegasi yang dikirimkan PPSDM Geominerba diantaranya Raden Yudi Pratama, Ludya Harmayanti, dan Widya Utama Prakarsa. Konferensi diawali dengan sambutan selamat datang dari pihak penyelenggara, yaitu: Niluka Domingo dari Massey University dan Suzanne Wilkinson dari University of Auckland. Acara dibuka secara resmi oleh Doug Johnson, Managing Director of Tonking + Taylor, Environmental and Engineering Consultancy Company.

Raden Yudi Pratama yang merupakan delegasi dari Indonesia memperesentasikan tulisannya yang berjudul “Training and Education for Resilience to Geological Disasters: Best Practices From Indonesia”, presentasi ini juga dibawakan oleh Teuku Mukhlis dari Dinas ESDM Provinsi Aceh.

Selanjutnya akan diadakan 7th International Conference on Building Resilience 2047 dengan tema “Using Scientific Knowledge to Inform Policy and Practice in Disaster Risk Reduction” yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 November 2017 di Bangkok, Thailand. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Langkawi – Working Groups Meeting adalah event para senior official untuk pembahasan dan diskusi terms conditions dan aspek teknis yang terdapat dalam ASEAN Mineral Cooperation Action Plan 2016 – 2025.  Kali ini Malaysia menjadi tuan rumah dalam perayaan The 13th ASOMM (ASEAN Senior Officials Meeting On Minerals) Working Groups Meeting.

Pertemuan yang dihadiri oleh sembilan dari sepuluh ASEAN Member States (AMS) kecuali Filipina yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam, Sekretariat ASEAN dan ASEAN Federation of Mining Associations (AFMA).

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) mengirimkan 1 orang delegasi yaitu Ellyana Tria Anggarani, dan beberapa delegasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan KESDM, Binarko Santoso yang sekaligus sebagai ketua delegasi Indonesia, sekaligus ketua pertemuan BoJ ke-1 the ASEAN Minerals Awards, dan 1 orang delegasi dari Badan Geologi KESDM, Qomariah.

Acara dimulai dengan pembukaan rapat paripurna, dan dilanjutkan dengan pertemuan ASOMM WG ke-13 dan BoJ ke-1 ASEAN Mineral Awards yang dilaksanakan secara paralel di ruang terpisah selama 2 hari tanggal 2 – 3 Agustus 2016, lalu hari ke-3 pada tanggal 4 Agustus diakhiri dengan field trip ke Kilim Karst Geoforest Park. (IR)

Forum 10th APEC MTF di Peru Featured

Published in Kerjasama
Written by
Rate this item
(0 votes)

Peru - Penyelenggaraan Asia Pacific economic Cooperation Mining Task Force Meeting (APEC MTF) ini diikuti pelaksanaan Executive Dialogue on Meeting, forum yang mempertemukan para business executives senior untuk bertukar pikiran mengenai isu-isu strategis industri ekstraktif.

Acara dialog tersebut merupakan undangan dari H.E. Rosa Maria Ortiz, Menteri Pertambangan dan energi Peru. Acara APEC MTF ke 10 kali ini diselenggarakan di Cero Julli Convention Center, Arequipa, Peru, pada tanggal 8 – 11 Mei 2016.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba) mengirimkan tiga orang delegasi untuk menghadiri pertemuan tersebut, yaitu: Bambang Priyatna Wijaya, Johan Budi Winarto, dan Ibrahim Priyana Hardjawidjaksana. Indonesia juga mengirimkan perwakilan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Ada dua hal penting hasil pertemuan di Arequipa tersebut yang memiliki dampak langsung kepada Pusdiklat Minerba, yaitu: Project Post Mining Checklist dengan Canada, dan Tindak lanjut MoU dengan Papua Nugini.

Indonesia cq Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara telah menyatakan dukungan terhadap Concept Note Canada mengenai “Post Mining Checklist”. Melalui pembicaraan secara bilateral dengan Eleni Dourukakis, Ketua Delegasi Kanada, telah disepakati bahwa Pusdiklat Minerba akan mendukung pelaksanaan project tersebut dengan menugaskan seorang tenaga ahli penutupan tambang untuk menjadi Counterpart Kanada dalam project tersebut.

Vietnam diminta menjadi tuan rumah pertemuan APEC MTF berikutnya. Tetapi vietnam belum memberi jawaban terhadap kepastian penyelenggaraan APEC MTF pada tahun 2017 mendatang. (IR)

Lokasi Pusdiklat Minerba

Kontak Kami

Jl. Jendral Sudirman No 623
Bandung - Indonesia

Telp : 022-6076756
Fax : 022-6035506