BerandaLiputan PusdiklatDisplaying items by tag: PPSDM
Jumat, 22 September 2017 11:42

Wiratmadja: Kenapa Harus Branding?

Bandung - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM), IGN Wiratmadja Puja menyambangi salah satu unit sektornya, Jumat (22/9), di Bandung. Adalah Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), untuk bersilaturahmi sekaligus memberi arahan kepada seluruh pegawai PPSDM Geominerba.

Wiratmadja disambut Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo, yang didampingi Sekretaris BPSDM ESDM, Zainal Arifin. Dalam kesemptan tersebut, branding BPSDM ESDM menjadi salah satu bahan diskusi.

Kenapa harus branding? Agar dapat dikenal. Kepemimpinan harus kuat, on time, melayani, bersih, mempunyai kualitas, harus professional, dan Harmonis. PPSDM Geominerba pun diberi beban baru saat berubah menjadi BLU.

Instansi ini harus meningkatkan level tanggung jawab, peran energi harus besar untuk membangun. Harus tahu dengan jelas segala kebijakan energi, organisasi sebagai BLU, efisien, dan WI yang baik sebagai modal paling Utama.

Wiratmadja menegaskan banyak hal yang harus dilakukan. Di antaranya, mengenali apa tipe pegawai yang ada. Destruktif adalah tipe mengeluh, negative thinking, apatis. Ada yang merasa harus menang sendiri, atau paling terkenal. Seharusnya kan bekerja sama.

Ia juga menekankan apa yang seharusnya dilakukan sebagai pemimpin. Tega dan tegas. “Pesan saya, enjoy everyday. Holiday everyday,”katanya menutup sambutan. (IR)

Published in Liputan Pusdiklat

Bandung – Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba),  kembali melakukan penandatanganan Implementation Plan Fiscal Year 2017. Kelanjutan dari penandatanganan MoU Antara Jepang yang dalam hal ini yaitu JOGMEC, yang dalam pelaksanaannya dengan Mitsui Matsushima Resources (MMR) dan pihak Indonesia yaitu Pusat di Gedung PPSDM Geominerba, Senin (25/9), di Gedung Diklat PPSDM Geominerba.

Implementation plan yang akan ditandatangani merupakan kesepakatan dari isi MoU berupa pelaksanaan training di Indonesia melalui  Training Project on Coal (TPOC) Mining Technology yang dilaksanakan di dua lokus, yaitu PT. Gerbang Daya Mandiri (GDM) dan PT. Allied Indo Coal Jaya (AICJ).

Penandatanganan yang dilakukan oleh pihak Indonesia kali ini yaitu Raden Yudi Pratama selaku Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Bambang Priyatna Wijaya, Kepala Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, Himawan Prasodjo, Direktur PT. GDM, dan Fedrya Nanda, Perwakilan dari PT. AICJ, serta pihak Jepang yaitu Yoshihisa Shimoda selaku General Manager MMR.

Sasaran dengan tercapainya kesepakatan pelaksanaan TPOC ini, Antara lain: pelaksanaan training di Indonesia yang akan dilaksanakan di 2 (dua) lokus yaitu PT. GDM dan PT. AICJ, tim Dissemination of Coal Processing, Environment and Safety Technology akan memberikan Pelatihan Teknologi Keselamatan Tambang Batubara Bawah Tanah di 12 Perguruan Tinggi di Indonesia. Ditambah lagi dengan program pelatihan Mine Inspector Management Course yang saat ini sedang berlangsung di Kushiro Coal Mine, Jepang, yang masih akan berlanjut dengan Mine and Safety Management Course pada tanggal 20 November – 29 Desember 2017. (IR)

Published in Kerjasama

Bandung – Inspektur Tambang adalah merupakan jabatan karir dan jabatan fungsional keahlian, sehingga diharapkan dengan tidak dirangkapnya jabatan Inspektur Tambang dengan jabatan struktural seperti dimasa lalu, maka pengambilan keputusan akan lebih fair, independent, tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku.

Diklat inspektur tambang pertama yang merupakan persyaratan untuk diangkat menjadi pejabat fungsional inspektur tambang. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), telah merancang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) keinspekturan tambang dalam tiga tahap/jenjang yaitu inspektur tambang pertama, muda, dan madya.

PPSDM Geominerba menyelenggarakan diklat Inspektur tambang angkatan III dan IV, yang dibuka oleh Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo, yang didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat dan Kepala Subdit Standarisasi dan Usaha Jasa Mineral dan Batubara, Supriyanto, di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, Senin pagi (11/9).

Diklat yang berlangsung selama 68 hari (11 September – 17 November 2017) ini, diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Setelah mengikuti diklat ini diharapkan para peserta dapat melaksanakan pembinaan dan pengawasan pengusahaan pertambangan mineral dan batubara dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. (IR)

Published in Liputan Pusdiklat
Senin, 11 September 2017 11:19

Peran Penting Pengamat Gunung Api

Bandung – Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, yang ditandai dengan pernah meletus sejak 1600 hingga kini, dan merupakan 13% dari jumlah gunung api di dunia. Sebanyak 65 gunung api aktif dipantau secara menerus melalui 75 pos pengamatan gunung api oleh para pengamat gunung api.

Gunung merapi di Yogyakarta merupakan contoh gunung api yang meletus pada November tahun 2010 lalu, dan mengakibatkan 275 nyawa hilang dan setengah juta lebih mengungsi. Melihat hal ini, menjadi sangat penting peran pengamat gunung api.

Pengamat Gunung Api adalah pelaksana teknis yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan pengamatan kegiatan gunung api secara menerus di pos pengamatan gunung api dan memberikan pelayanan jasa terbatas di wilayah masing-masing.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jabatan Fungsional Pengamat Gunung Api Pelaksana Pemula untuk angkatan I dan II. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo dan didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat, serta Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, pagi tadi (11/9), di Gedung Diklat PPSDM Geominerba.

Diharapkan dengan mengikuti diklat ini peserta mampu mengoperasikan alat-alat pengamatan gunung api dan mengumpulkan data gejala kegiatan vulkanik sebagai persyaratan untuk dapat diangkat menjadi pejabat fungsional pengamat gunung api pada jenjang pengamat gunung api pelaksana pemula.

Sebanyak 35 peserta berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, akan mengikuti diklat selama 37 hari (11 September – 17 Oktober 2017). (IR)

Published in Liputan Pusdiklat
Selasa, 11 Juli 2017 15:45

Menuju BLU Yang Profesional

Bandung – Sesuai arahan dari kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM), I Gusti Nyoman Wiramaja Puja mengenai rencana strategis Badan Layanan Umum (BLU) BPSDM kepada Menteri ESDM pada tanggal 31 Maret 2017.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) sebagai salah satu satuan kerja BPSDM ESDM untuk mempersiapkan usulan penetapan BLU.

Untuk dapat menginisiasi pemahaman dan pengetahuan terkait BLU, Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo menyelenggarakan seminar BLU dengan Tema “Menuju BLU yang Profesional di PPSDM Geominerba” dan membuka acara secara langsung, di Gedung PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 2, Selasa (18/7).

Sebanyak kurang lebih 100 orang peserta dari lingkungan Kementerian ESDM hadir dalam acara seminar ini. Narasumber yang hadir memberikan materi, dari Kementerian Keuangan, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), dan Lemigas, yang sudah terlebih dahulu mengimplementasikan BLU.

Edi Prasodjo pun turut memberikan pemaparan mengenai rencana dalam menghadapi BLU, dan tak lupa meminta dukungan seluruh pegawai khususnya di lingkungan PPSDM Geominerba untuk terus memberikan kontribusi terbaik guna menjalankan amanat pimpinan untuk bertransformasi menjadi Badan Layanan umum. (IR)

Published in Seputar ESDM

Bandung – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM), Prof. Dr. Ir. I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, M. Sc. Yang didampingi Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), Edi Prasodjo dan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDM Aparatur), M. P. Dwinugraha, melakukan kunjungan kerja ke satuan kerja BPSDM ESDM, yaitu PPSDM Geominerba dan PPSDM Aparatur, Jumat (11/8).

Dalam kunjungan kerjanya, Wiratmaja, itulah sapaan akrabnya, “Cukup panggil saya prof atau pak wirat atau wirat saja” sahutnya saat mengawali perkenalan kepada seluruh pejabat eselon III dan IV serta widyaiswara di Ruang rapat lantai 6, Gedung PPSDM Geominerba.

Tujuan kunjungan kerjanya adalah untuk memperkenalkan diri sebagai Kepala Badan baru setelah pelantikannya tanggal 2 Agustus lalu. Selain itu juga Wirat ingin mengetahui rencana apa saja yang telah dipersiapkan oleh PPSDM Geominerba dalam menyambut Badan Layanan Umum (BLU). (IR)

Published in Seputar ESDM

Mataram – Sebagai ujung tombak perusahaan tambang, ahli geologi atau ahli eksplorasi tambang perlu dibekali dengan pemahaman yang baik tentang teknis dan keekonomian sebuah usaha pertambangan, sehingga dapat menurunkan biaya eksplorasi, begitu pula dengan engineers yang mengoperasikan kegiatan pertambangan.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) merasa perlu memberikan pembekalan terkait ilmu teknis dan keekonomian tersebut, untuk dapat menjamin suksesnya pengusahaan sebuah perusahaan pertambangan.

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) dilakukan di Mataram, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat dan Kapala Dinas ESDM Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Husni, di salah satu hotel di Mataram, Senin (4/9).

Sebanyak 15 orang peserta mengikuti diklat yang berlangsung selama 5 hari (lima) hari (4 – 8 September 2017). Dengan materi Identifikasi Laporan Studi Kelayakan, Evaluasi Data Hasil Eksplorasi, Evaluasi Rencana Penambangan dan Pengembangan Masyarakat dan Tenaga Kerja Pertambangan. Selain itu juga Evaluasi Rencana Pengolahan, Evaluasi K3 dan Lingkungan dan Evaluasi Kelayakan Investasi Tambang pun akan diberikan. (IR)

Published in Liputan Pusdiklat

Bandung – Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk Pengawas Operasional Pertama (POP) yaitu memiliki sertifikat kelulusan uji kompetensi Pengawas Operasional Pertama. Sertifikat itu sebagai bentuk pengakuan terhadap tingkat pengetahuan, wawasan, dan kemampuannya.

Guna mempersiapkan hal itu, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) sebagai salah satu instansi dibawah Badang Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM) perlu mengadakan pelatihan terkait pemenuhan dan uji kompetensi.

PPSDM Geominerba menyelenggarakan pembukaan Diklat POP Angkatan VIII dan IX, yang dilakukan oleh Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat, Maman Suparman di Gedung PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 6, Senin (4/9) pagi.

Diharapkan Pelatihan tersebut akan memberi bekal bagi mereka untuk menjadi pengawas yang berkompeten, dan pengawas lapangan di industri pertambangan ke depannya.

Sebanyak 45 peserta dari beberapa perusahaan tambang akan diberikan ragam materi. Sebut saja teknik pemeriksaan kecelakaan, teknik inspeksi, dasar-dasar lindungan lingkungan, dan peraturan K3 pertambangan umum.

Selain itu, selama enam hari peserta juga akan diberikan materi seperti job safety analysis, identifikasi bahaya (hazard identification), group meeting, dan accountability. (IR)

Published in Liputan Pusdiklat

Bertepatan dengan pembukaan diklat Pengawas Operasional Pertama (POP) Angkatan VI dan VII, telah dibuka juga Diklat Pengenalan Survei Gerakan Tanah dan Diklat Pengawasan Air Tanah.

Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat didampingi oleh Kepala Sub Bidang Sarana Prasarana dan Informasi, Suherman Resmana, membuka diklat, Senin (10/7) pagi, di Gedung Diklat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), lantai 4 ruang 6.

Sebanyak 15 orang peserta tercatat mengikuti Diklat Pengawasan Air Tanah, dan 16 orang peserta mengikuti Diklat Pengenalan Survei Gerakan Tanah. Keseluruhan peserta berasal dari Dinas ESDM dan Unit di Lingkungan KESDM.

Para peserta akan mengikuti diklat selama 5 (lima) hari, dari tanggal 10-15 Juli 2017. Diharapkan para peserta dapat memahami dan menjelaskan tentang kegiatan pengawasan air tanah sesuai dengan standar nasional dan peraturan perundang-undangan tentang usaha pertambangan batubara. Dan meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan dalam menangani bencana gerakan tanah tersebut. (IR)

Published in Liputan Pusdiklat

Bandung – Pengawas lapangan di industri pertambangan ke depannya tentu akan menjadi pengawas operasional pertama. Guna mempersiapkan hal itu, diperlukan pelatihan terkait pemenuhan dan uji kompetensi. Pelatihan tersebut akan memberi bekal bagi mereka untuk menjadi pengawas yang berkompeten.

Pengawas operasional pertama akan bertanggung jawab membawahi langsung para karyawan tingkat pelaksana atau front line supervisor. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki sertifikat kelulusan uji kompetensi pengawas operasional pertama. Sertifikat itu sebagai bentuk pengakuan terhadap tingkat pengetahuan, wawasan, dan kemampuannya.

Acara pembukaan diklat dilakukan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), Edi Prasodjo, dan Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat, Maman Suparman, dan Kepala Bidang Program dan Evaluasi, R. Yudi Pratama, di Gedung PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 2, Senin (10/7) pagi.

Sebanyak 119 peserta dari beberapa perusahaan tambang akan diberikan ragam materi. Sebut saja teknik pemeriksaan kecelakaan, teknik inspeksi, dasar-dasar lindungan lingkungan, dan peraturan K3 pertambangan umum.

Selain itu, selama enam hari peserta juga akan diberikan materi seperti job safety analysis, identifikasi bahaya (hazard identification), group meeting, dan accountability. (IR)

 

Published in Liputan Pusdiklat
Halaman 1 dari 3

Lokasi Pusdiklat Minerba

Kontak Kami

Jl. Jendral Sudirman No 623
Bandung - Indonesia

Telp : 022-6076756
Fax : 022-6035506