BerandaLiputan PusdiklatDisplaying items by tag: Angkatan III

Bandung – Inspektur Tambang adalah merupakan jabatan karir dan jabatan fungsional keahlian, sehingga diharapkan dengan tidak dirangkapnya jabatan Inspektur Tambang dengan jabatan struktural seperti dimasa lalu, maka pengambilan keputusan akan lebih fair, independent, tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku.

Diklat inspektur tambang pertama yang merupakan persyaratan untuk diangkat menjadi pejabat fungsional inspektur tambang. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), telah merancang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) keinspekturan tambang dalam tiga tahap/jenjang yaitu inspektur tambang pertama, muda, dan madya.

PPSDM Geominerba menyelenggarakan diklat Inspektur tambang angkatan III dan IV, yang dibuka oleh Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo, yang didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat dan Kepala Subdit Standarisasi dan Usaha Jasa Mineral dan Batubara, Supriyanto, di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, Senin pagi (11/9).

Diklat yang berlangsung selama 68 hari (11 September – 17 November 2017) ini, diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Setelah mengikuti diklat ini diharapkan para peserta dapat melaksanakan pembinaan dan pengawasan pengusahaan pertambangan mineral dan batubara dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. (IR)

Published in Liputan Pusdiklat

Bandung – Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi bagi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada Pertambangan dibuka olehKepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), Edi Prasodjo, didampingi juga oleh Kepala Program dan Evaluasi, Yudi Pratama, Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat, Maman Suparman dan salah satu instruktur Diklat, Dwinanto Herlambang  di Gedung PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 2, Senin (20/3).

Diklat diselenggarakan dengan tujuan membekali para pengawas lapangan pada industri pertambangan untuk menuju tingkatan lebih tinggi yaitu menjadi Pengawas Operasional Madya. Pengawas operasional pertama akan bertanggung jawab membawahi langsung para karyawan tingkat pelaksana atau front line supervisor. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki sertifikat kelulusan uji kompetensi pengawas operasional pertama. Sertifikat itu sebagai bentuk pengakuan atas tingkat pengetahuan, wawasan, dan kemampuannya.

Program diikuti 140 peserta dari beberapa perusahaan tambang dengan materi diklat seperti teknik pemeriksaan kecelakaan, teknik inspeksi, dasar-dasar lindungan lingkungan, dan peraturan K3 pertambangan umum. Selain itu, selama enam hari peserta juga mendapatkan materi seperti job safety analysis, identifikasi bahaya (hazard identification), group meeting, dan accountability.(IR)

Published in Liputan Pusdiklat

Bandung - Dalam rangka membekali para pengawas lapangan pada industri pertambangan menuju tingkatan yang lebih tinggi, yaitu menjadi Pengawas Operasional Utama (POU), Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Madya (POM) pada Pertambangan.

Sebanyak tiga angkatan, diklat dibuka secara resmi oleh Kepala PPSDM Geominerba yang baru saja menjabat, R. Edi Prasodjo didampingi oleh Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat, Maman Suparman dan Kasubdit Standarisasi dan Usaha Jasa Mineral dan Batubara, Supriyanto, di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 2, Senin (6/3).

Peserta yang mengikuti diklat ini berasal dari perusahaan-perusahaan pertambangan sebanyak 120 orang, dan akan mendapat pembekalan selama 4 hari (6-9 Maret 2017), sedangkan untuk uji kompetensi selama 2 hari (10-11 Maret 2017).

Edi menegaskan kepada seluruh peserta bahwa, “untuk dapat diangkat sebagai pengawas operasional, seseorang harus memiliki sertifikat kompetensi yang sesuai dengan jenjangnya dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.” Sambut Edi.

Karena persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk dapat diangkat sebagai Pengawas Operasional Madya adalah memiliki sertifikat kelulusan uji kompetensi pengawas operasional pertama dan sertifikat kelulusan uji kompetensi pengawas operasional. (IR)

Published in Liputan Pusdiklat

Lokasi Pusdiklat Minerba

Kontak Kami

Jl. Jendral Sudirman No 623
Bandung - Indonesia

Telp : 022-6076756
Fax : 022-6035506