BerandaLiputan Pusdiklat
Rate this item
(0 votes)

Bertepatan dengan pembukaan diklat Pengawas Operasional Pertama (POP) Angkatan VI dan VII, telah dibuka juga Diklat Pengenalan Survei Gerakan Tanah dan Diklat Pengawasan Air Tanah.

Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat didampingi oleh Kepala Sub Bidang Sarana Prasarana dan Informasi, Suherman Resmana, membuka diklat, Senin (10/7) pagi, di Gedung Diklat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), lantai 4 ruang 6.

Sebanyak 15 orang peserta tercatat mengikuti Diklat Pengawasan Air Tanah, dan 16 orang peserta mengikuti Diklat Pengenalan Survei Gerakan Tanah. Keseluruhan peserta berasal dari Dinas ESDM dan Unit di Lingkungan KESDM.

Para peserta akan mengikuti diklat selama 5 (lima) hari, dari tanggal 10-15 Juli 2017. Diharapkan para peserta dapat memahami dan menjelaskan tentang kegiatan pengawasan air tanah sesuai dengan standar nasional dan peraturan perundang-undangan tentang usaha pertambangan batubara. Dan meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan dalam menangani bencana gerakan tanah tersebut. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Bandung – Pengawas lapangan di industri pertambangan ke depannya tentu akan menjadi pengawas operasional pertama. Guna mempersiapkan hal itu, diperlukan pelatihan terkait pemenuhan dan uji kompetensi. Pelatihan tersebut akan memberi bekal bagi mereka untuk menjadi pengawas yang berkompeten.

Pengawas operasional pertama akan bertanggung jawab membawahi langsung para karyawan tingkat pelaksana atau front line supervisor. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki sertifikat kelulusan uji kompetensi pengawas operasional pertama. Sertifikat itu sebagai bentuk pengakuan terhadap tingkat pengetahuan, wawasan, dan kemampuannya.

Acara pembukaan diklat dilakukan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), Edi Prasodjo, dan Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat, Maman Suparman, dan Kepala Bidang Program dan Evaluasi, R. Yudi Pratama, di Gedung PPSDM Geominerba, lantai 4 ruang 2, Senin (10/7) pagi.

Sebanyak 119 peserta dari beberapa perusahaan tambang akan diberikan ragam materi. Sebut saja teknik pemeriksaan kecelakaan, teknik inspeksi, dasar-dasar lindungan lingkungan, dan peraturan K3 pertambangan umum.

Selain itu, selama enam hari peserta juga akan diberikan materi seperti job safety analysis, identifikasi bahaya (hazard identification), group meeting, dan accountability. (IR)

 

Rate this item
(0 votes)

Bandung – Sebagai Pengawas Operasional Madya (POM), seseorang bertugas dan bertanggung jawab membawahi langsung para karyawan tingkat pengawas operasional pertama. Mereka dikenal juga sebagai Supervisor pada industri pertambangan.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi bagi POM pada pertambangan angkatan IV dan V. Diklat ini tentu dalam upaya pembekalan para pengawas lapangan pada industri pertambangan menuju tingkat yang lebih tinggi, yaitu Pengawas Operasional Utama.

Pembukaan Diklat dilakukan Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo, didampingi Kasubdit Standarisasi dan Usaha Jasa Mineral dan Batubara, Supriyanto dan Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat. Acara berlangsung di Gedung PPSDM Geominerba lantai 4, senin (15/5) pagi.

Pembekalan berlangsung pada 15-18 Mei 2017, sementara uji kompetensi dilaksanakan pada 19-20 Mei 2017. Pelatihan diikuti 119 peserta ini yang berasal dari perusahaan-perusahaan pertambangan di Indonesia.

Selama mengikuti diklat, peserta menerima materi pembekalan terkait Kebijakan Pengawasan Pertambangan Minerba, Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan, Peraturan K3 Pertambangan, serta Prinsip Manajemen K3 dan keadaan darurat. Tidak ketinggalan Peraturan Lingkungan Pertambangan, Pengelolaan Lingkungan Pertambangan, dan Teknis Pertambangan dan Konservasi Bahan Galian. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Bandung – Batu mulia dan hias di tanah air sangatlah berlimpah. Sayang, pemanfaatannya sebagai komoditas masih dalam skala kecil. Paradigma bahwa batu mulia dan hias hanyalah sebagai gaya hidup, bukan investasi yang dapat ikut menggerakkan perekonomian bangsa.

Industri batu mulia dan hias di Indonesia sudah mulai mendapatkan tempat di negara sendiri, ditandai dengan marak dan tumbuhnya masyarakat penggemar. Dalam perkembangannya, industri ini masih dihadapkan dengan tantangan dan permasalahan, yaitu batu asal Indonesia belum diakui dunia internasional.

Pasalnya, belum ada lembaga sertifikasi perhiasan di Indonesia yang diakui dunia internasional. Masalah lainnya adalah cadangan bahan baku diekspor dalam bentuk mentahan dengan harga murah, belum lagi masalah pemotongan batu yang belum sepenuhnya dikuasai perajin Indonesia.

Untuk meminimalisasi permasalahan, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengusahaan Batu Mulia dan Batu Hias. Kepala PPSDM Geominerba, Edi Prasodjo, bersama Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana, Syaiful Hidayat membuka diklat pada Senin (15/5), di Gedung PPSDM Geominerba.

Sebanyak 20 peserta berasal dari Sekretariat Jendral KESDM, Direktorat Jenderal Minerba, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Badan Litbang ESDM, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Dinas ESDM Provinsi Papua Barat, dan Dinas PKP Kab. Kolaka Timur. Selama lima hari (15-19 Mei) peserta dibekali materi Pengenalan Bahan Baku, Eksplorasi dan Penambangan Bahan Baku, Konsep Dasar Pengusahaan Kerajinan Berbahan Baku Batuan. Selain itu Pengolahan dan Pemasaran Kerajinan Berbahan Baku Batuan, Praktek Kunjungan Lapangan dan Seminar juga diberikan. (IR)

Rate this item
(0 votes)

Bandung – Pengawas operasional yang membawahi langsung para pelaksana dan bertanggung jawab dalam pengelolaan K3 pertambangan, perlu memiliki kompetensi pengawasan tingkat manajemen pertama. Sesuai keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0228.K/40/DJG/2003 tentang Kompetensi Pengawas Operasional, pengawas operasional harus memiliki sertifikat terkait.

Mempertimbangkan hal itu, Pusat Pengembanagn Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemenuhan dan Uji Kompetensi (POP) Angkatan IV dan V. Kepala Bagian Tata Usaha, Ade Hidayatdidampingi Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat, Maman Suparman, membuka acara tersebut, Senin (8/5) pagi.

Pelatihan tersebut berlangsung pada 8-11Mei 2017, sedangkan uji kompetensi dilaksanakan pada 12-13 Mei. Pelatihan ini diikuti 100 peserta dari perusahaan-perusahaan pertambangan di Indonesia, dengan pengajar berasal dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara.

Selama acara berlangsung, peserta menerima materi terkait Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pertambangan Mineral dan Batubara, Dasar-dasar K3 Operasi Pertambangan, Tanggung Gugat POP, Safety Meeting, Inspeksi dan Pengamatan K3. Tidak ketinggalan materi teknik pembuatan JSA, investigasi kecelakaan dan pelaporan, serta identifikasi bahaya dan pengendalian risiko. (IR)

 

Lokasi Pusdiklat Minerba

Kontak Kami

Jl. Jendral Sudirman No 623
Bandung - Indonesia

Telp : 022-6076756
Fax : 022-6035506